Review Buku Malaikat dan Iblis Dan Brown

Dan Brown Malaikat dan Iblis

Malaikat dan Iblis atau dengan judul buku asli Angel & Demons ini masuk dalam kategori seri petualangan Robert Longdon, Robert yang di tokohkan sebagai seorang simbolog dan akademisi dari Amerika. Buku setebal 653 halaman ini terpublikasi sebelum karya fenomenalnya ‘Da Vinci Code’. Sehingga menjadi buku pertama seri petualangannya Longdon yang sementara diakhiri dalam judul ‘Origin’ di 2017 lalu.

Menggabungkan fakta dalam fiksinya atau dalam dunia sastra kita kenal istilah ‘Fakta Satra’ lagi-lagi Dan Brown mengaduk rasa penasaran dan pengetahuan pembaca. Ia menghadirkan kisah persaudaraan iluminati dan lembaga penelitian CERN.

Kata kunci yang kita pakai untuk memahami cerita ini adalah bersatunya strategi dan tindakan iblis yang berada dalam tubuh orang suci layaknya malaikat, Camerlengo. Camerlengo inilah yang ternyata di bagian akhir terungkap sebagai dalang rangkaian kejadian selama 24 jam kisah ini.

Berawal dari penciptaan antimateri di CERN oleh Leonardo Vetra, ayah angkat dari Vittoria Vetra. Temuan ini diceritakan kepada Sri Paus kalau itu, Paus menyetujui. Namun Camerlengo yang menjadi anak angkat dari Sri Paus merasakan kekhawatiran. Khawatir manakala ilmu pengetahuan akan menjadikan gereja terbelakang dan direndahkan. Kekhawatiran inilah yang menjadi pemantik segalanya.

Camerlengo meracun ayah angkatnya agar tidak melanjutkan dukungan ke Leonardo Vetra. Lantas mencuri antimateri dan menyembunyikan ke Vatican saat proses pemilihan Paus berlangsung. Ia dibantu Hassassin, seorang pembunuh suruhan yang merasa bangga karena bekerja pada Illuminati. Camerlengo mengatasnamakan illuminati dalam setiap aksinya, ia menggunakan berlian illuminati untuk memberikan cap bakar pada setiap dada kelima korbannya.

Longdon, simbolog yang malang karena harus melibatkan diri atas permintaan Kohler pimpinan CERN untuk menemu jawaban kematian anggotanya, Leonardo Vetra dengan cap bakar ‘illuminati’ di dada serta di cungkil bola matanya. Longdon bersama Vittoria seperti novel-novel sci-fi nya Dan Brown yang lain, melakukan petualangan penuh adrenalin dalam waktu 24 jam, sampai meledaknya antimateri tersebut.

Selain Leonardo Vetra, Camerlengo menculik empat orang Kardinal yang ia anggap liberal. Ia tidak ingin Vatican dan gereja dipimpin oleh orang yang salah dan yang lebih memihak pada ilmu pengetahuan. Keempat Kardinal itu ditemukan tewas dengan dada dicap bakar berlian illuminati, tanah, udara, api dan air. Dibantu Garda Swiss, Longdon dan Vittoria berhasil menemukan jenasah keempat Kardinal dengan pemahaman simbolog dan karya Bernini. Namun Hassassin terlalu kuat, mereka hanya menemukan jenazah dan keterlambatan.

Anti materi ditemukan Camerlengo dengan masih pura-pura, ia menerbangkan ke angkasa bersama Langdon agar Vatican tidak hancur. Malam itulah, keajaiban banyak terjadi. Bukannya hancur, namun kedua orang tersebut dapat kembali ke bumi dengan selamat meski Langdon terluka di beberapa bagian.

Kecurigaan akhirnya menemukan muara jawaban, Kohler menemui langsung Camerlengo setelah membaca catatan harian Leonardo. Hanya empat mata, dan Camerlengo mengakui. Rekaman pertemuan empat mata itu diserahkan kepada Langdon oleh Kohler sebelum ia mati karena tembakan fitnah Camerlengo atas Kohler.

Kisah ini diakhirkan dengan bunuh dirinya Camerlengo dan diangkatnya Motarti seorang Best Guidance yang memandu prosesi pemilihan Paus malam itu sebagai Sri Paus yang terpilih mutlak.

Seperti biasanya, saya selalu bertanya apakah tulisan Dan Brown ini nyata? Ah, saya lupa inilah kepiawaian Dan Brown memanfaatkan Licenta Poeticanya nya.

Lengkapnya bisa disimak di personal website www.ernadwisusanti.com besok yaaa

#reviewbukuerna2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *