Amanah Mengibu

 “Bismi” . “llah” . “Hirah” . “man” . “Hira” . “him” .

Itu seterusnya sampai ia mengucap, “aamiin” – kemudian bersorak “Horeeee” .

Usianya yang masih 22 bulan, sedang saya harus kembali melanjutkan karier. Membuat saya sebagai seorang ibu berada dalam kecemasan. Cemas atas mampu atau tidaknya mengemban amanah utama sebagai pendidik pertamanya. Bukan perihal mendidik intelektual, tapi komprehensif, spiritual hingga sosial. .

Tuntutan beban kerja, ditumpuk tugas utama sebagai ibu rumah tangga kadang membuat saya kelabakan. Waktu rasanya kurang. Makalah saya meminta pada Tuhan, berikan kekuatan, kesabaran dan keikhlasan. Semoga amanah-amanah dapat terjalankan dengan sebaik-baiknya, tidak dzolim ke pihak manapun.


Perkara mendidik anak, bersama suami kami menyepakati dan akan bekerjasama. Untuk prioritas kurikulum belajar anak, bahasa, sejarah dan al Quran. Seperti pesan Ibnu Khaldun, itulah tumpuan yang kelak menjadi bekal anak dalam hidup dan kompetisi kehidupannya. .

Termasuk sambung ayat seperti di awal adalah bentuk upaya kami menjaga diri atas tanggung jawab serta mengisi hati si kecil dari ilmu, kedekatan dan ketaatan. .

Semoga kita semua diberikan kemampuan untuk mengemban amanah, sekarang, nanti hingga mati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *