AM I USING MY TIME WISELY?

Foto: ern

 

Tugas hidup yang kita miliki jauh lebih banyak dari waktu yang kita punyai. Demikian petuah bijak yang dari dulu saya dapat, yang terus saya ingat tapi cukup -perjuangan- untuk menerapkan sebagai perhatian. Iya, perjuangan, karena memang tidak mudah dilaksanakan.
Makin dewasa kudunya makin bijak dong ya? Iya, ini juga lagi berproses. Asiiik. Sedang mencoba belajar menata waktu dengan bijak. Menjalankan strategi menyusun perencanaan, membuat tabel prioritas kegiatan. Meminimalisir agenda-agenda yang sifatnya kurang manfaat, membatasi diri dengan aktivitas yang menjebak diri.
Mantap, tanyain dong gimana hasilnya! Aha, sekali dua kali berjalan maksimal sih, hari-hari berasa produktif. Tapi sisanya keseringan porak poranda, rasanya waktu terlalu sedikit dan kerjaan terlalu banyak. Kalau sudah kayak gini endingnya, saya lari ke aktivitas yang lain di luar rencana hari itu. Nah iya kan, terjawab bahwa saya belum mampu bijaksana menggunakan waktu.
Masih ada kesempatan, limit waktu belum mampir. Bukankah George Bernard Shaw pernah bilang “we are made wise not by the recollection of our past, but by the responsibility for our future”, kita menjadi bijak tidak dengan mengumpulkan ingatan-ingatan masa lalu kita, tetapi dengan bertanggungjawab terhadap masa depan kita? Jadi biar lebih bijaksana untuk menggunakan waktu saya kudu bertanggungjawab berbekal apa yang telah terjadi kemarin. Well, tampaknya disiplin dan tegas pada diri itu perlu.
#day2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *