Review Kampung Coklat Blitar

Berbekallah niat untuk bahagia dan uang 5.000 rupiah maka kita akan dapatkan suasana hati yang membaik seketika. Di Blitar tepatnya di desa plosorejo, Kecamatan kademangan, Kabupaten Blitar Jawa Timur ada Wisata Edukasi Kampung Coklat yang patut untuk dikunjungi.

Selain pelajar yang menjadikan sarana ini sebagai wisata edukasi, kalangan umum pun juga banyak yang menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata. Terlebih oleh mereka-mereka yang ngaku pecinta coklat. Serasa nemu surga banget kaaaan?

Ada ruang menyusui, maka bahagia sempurna manalagi yang pantas didustakan oleh busui (ibu menyusui) seperti saya saat di tempat umum menemukan pojok laktasi, terlebih di tempat wisata. Bawa apron kan ribet, jadi dengan adanya fasilitas ruang laktasi di kampung coklat kayak gini membantu banget.

Bangku yang asik dan selfie-able, pasca masuk lewat pintu utama dan ticketing maka sapuan mata pertama akan dimanjakan jejeran bangku rapih, asri dan paling penting selfie-able, beberapa pohon cokelat menjadi dekorasi yang maaaak ijinkan aku banyak foto-foto di sini. Serius. Di bangku ini juga kita bisa menikmati menu-menu lezat kombinasi unik yang di tawarkan beberapa stand kios di dalam lokasi. Harganya terjangkau. Standar di kantong wisatawan merakyat kayak kita.

Capek duduk di bangku taman, kita bisa sesegera menghambur ke selasar musik. Konsep tempat yang disetting berbeda dari bangku taman, di selasar ini ada atap teduhnya, kita bisa nikmati sajian musik beragam genre, mulai klasik, pop hingga dangdut. By request atau kita sendiri mau nyumbang lagu. Lumayan bisa melepas kepenatan dan menyalurkan bakat yang belum kesampaian.

Selesai di selasar, kita bisa menuju ke galeri cokelat. Eh tunggu sebentar, sisi kanan sebelum kita menuju galeri coklat ada dinding pepotoan (red: foto booth). Pernak pernik diksi/kata yang iconik tentang Kampung Coklat ada di sana. Makin menggoda kan?

Ambil foto cekrak cekrek, mari lanjut ke galeri coklat. Di galeri inilah surga kedua, setelah surga pertama di stand-stand olahan cokelat di depan. Di galeri ini tersedia aneka ragam coklat, mulai dari brownis, coklat batang, coklat bubuk siap seduh, coklat original, coklat strowberi, cokelat jeruk dan cokelat apel, penikmat coklat yang ingin mengasah kekuatan lidahnya bisa memilih beragam kadar varian dark coklat. Mulai dari 50%, 67%, 80% sampai yang 100%. Dan lidah saya cukup tangguh ternyata sampai di level dark 100%.

Masih banyak hal lain yang perlu untuk saya review dari tempat wisata edukasi ini. Di lahan yang hampir seluas 2 hektar ini masuklah ke kluster destinasi wisata yang memuaskan dalam kamus kunjungan saya. Perihal kebersihan kamar mandi/toilet dan mushala aman terkondisikan rekan-rekan, bersih dan nyaman nget dipake. Apalagi di depam mushala juga ada kolam terapi ikan, dengan cukup bayar 5k bisa terapi sepuasnya.

Saran berkunjung jam agak sore saja, tutupnya jam 16.30. Dikira2 aja waktunya yaa. Karena kalau pagi-siang banyak pelajar dan pengunjung lain yang memadati lokasi.

Yes, demikian sekilas review lokwis dari saya. Sampai ketemu di cerita trip selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *