MERDEKA? BACA LANTAS PELAJARI

Foto: Google

“Aku baru membaca dari buku Pierson dan Quack,” jawabku, “belum lagi mempelajarinya.”
“Memang, membaca dan mempelajari ada lain. Tetapi, tidak ada bacaan yang hilang dari kepala sama sekali. Banyak juga yang tersangkut pada otak yang kemudian dapat menjadi dasar pembacaan dan pelajaran terus dalam masalah hidup. Banyak membaca, itulah jalan yang baik untuk menambah pengetahuan dan mengasah kecerdasan. Di luar sekolah tidak sedikit pelajaran yang dapat diperoleh jadi pembantu penyambung yang dipelajari di sekolah.
[Kutipan Dialog Hatta dan Agus Salim]
Masih tentang membaca dan mempelajari. Pernah terbaca oleh saya bahwa 17 Agustus adalah hari kemerdekaan Indonesia. Namun hanya sekilas baru saya baca, belum saya pelajari – apakah benar kemerdekaan itu nyata? Merdeka yang 100% dan merdeka sejak dalam pikiran kalau Tan Malaka menyebutnya.
Saya baru sekedar baca, belum mempelajari
Merdeka itu bebas menentukan arah laju kemudi tanpa mengekor pada nahkoda kapal tetangga. Merdeka itu berkehendak, bukan angguk-angguk iya sebagaimana pemesan minta. Merdeka itu lekat dengan sejahtera, di mana welfare state adalah keniscayaan yang memang jadi tujuan. Negara merdeka itu bebas dari penjajah dan merasakan sadar untuk terlepas dari penjajahan. Bukan malah menawarkan diri untuk dijajah.
Saya baru sekedar baca, belum mempelajari
Besok 17 Agustus, ke-72 tahunnya negeri ini merdeka. Mari tirakatan, teruskan bacamu lantas lanjutkan pelajaranmu. Bawa Indonesia ke arah merdeka yang sesungguhnya. Sematkan Indonesia dalam cita dan doamu.
Doaku masih sama, sejahterakan-amankan-sentosakan negeri ini, Tuhan.
16 Agustus 2017
==
PS : Selamat malam tirakatan kemerdekaan, om-tante-paman-bibinya Yahya semua 😊. Yahya sudah tidur duluan, malam tirakatannya ditutup dengan menyeksamai tumblr right (lampu kerlap kerlip di teras depan rumah utinya).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *