MPASI DINI? (bukan) EMAK YANG GAK SABARAN

Foto: ern

Besok, tepat 180 hari umur anak saya, Yahya. Itu artinya MP-ASI sudah siap menyertai hari-harinya. Eh tapi enggak ding, 😜. Sembilan hari sebelumnya (it means pas umur dia baru 171 hari sudah mulai saya ajak belepotan nyicipin makanan.
Eh kok gak nunggu sampai baby sempurna di 180 hari dulu sih? Emaknya ga gak sabaran banget?
Eh iya ya? Enggak maaaaak, kebetulan untuk hal per-MP-ASIan ini saya pengikut madzab yang menilai usia ketepatan memulai MPASI berdasar pada respon dia pada makanan, dan kecenderungan oral yang mengarah ke kesiapan ‘makan’.
Teman-teman di komunitas Bumil/Busui KAMMI Family juga banyak yang semadzab dengan saya. Ada juga mulai di usia 165 hari, macem-macem. Tapi lagi-lagi kejadian di satu anak tidak digeneralisasikan ke anak-anak yang lain. Bundanya yang harus ekstra teliti dan jeli mengamati bagaimana si buah hati.
Menunya bagaimana dong?
Karena sadar diri, saya adalah pendatang baru di dunia per MP-ASIan saya sibuk banyak tanya. Dari renik A sampe Z, dari hal lugu sampai keterlaluan lugu 😅. Gak apa-apa, demi anak apa sih yang enggak. Teruntuk buibu dan mbakembak, makasih dan maaf yaa.
Finally, saya pakai menu #mpasi4bintang karena disebut tidak pernah ada menu makanan dewa, jadi tetep remix unsur-unsur dalam makannya si kecil. Di awal-awal 9 hari kemarin masih program ospeknya rasa masing-masing bintang. Biar si kecil mampu mengidentifikasi bagaimana rasa karbo, prohe, pronab, sayur/buah. Belum mix apapun. Dan besok, ekspedisi dan perjuangan yang sesungguhnya akan kami mulai.
No sugar – no salt, ya maaakk!
Kasihan ginjal si kecil kalau sudah tercampur garem (bukan karena garam mahal yaaak 😂), kalau gula akan mengganggu keberlanjutan cita rasa natural dari si kecil. Apalagi em-es-ge dan 3 P yang lain.
Ajarin kesederhanaan
Asiiiik, ini bahasa yang bertajuk bijak. Maksud bijak di sini : berikan si kecil makanan yang terjangkau oleh kita. Maksud terjangkau di sini gak melulu tentang harga yak, tapi juga tentang ketersediaan bahan (mudah/susah) -nya diperoleh. Karena goal kita dari mengenalkan MP-ASI adalah mengajak anak bisa makan satu meja dengan kita. Dengan menu yang sama, tidak beda-beda.
Selamat meng-MPASI,
#SalamBelepotan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *