MEMBAWA BASATA SHOLAT IDUL FITRI

Foto: Google

“Kenapa anak masih kecil dibawa ke masjid buat shalat idul fitri, mbak?” “Saya ingin belajar mendekat pada Sunnah. Untuk saya pribadi ataupun untuk anak. Pertama sunnah untuk shalat idul fitri, sunnah menyemarakkan masjid di idul fitri dan kewajiban saya mengenalkan tauhid beserta ritual ibadah pada anak saya. Dengan catatan utama, semaksimal mungkin dengan tidak ingin mengganggu kekhusukan ibadah jamaah lain.

Well done, hari ini 1 syawal 1438 H telah terlaksana. Tujuan pertama, terlaksana. Saya bisa ikut serta shalat id, meski hanya dapat 1 rakaat pertama. Si kecil sudah mulai menunjukkan keinginan dipeluk Bundanya. Shalat saya akhirkan, dan si kecil saya peluk lantas ayun-ayunkan. Alhamdulillah, tidak pecah suara tangis ataupun rengekannya. Kedua, inilah yang paling menjadi dasar dan landasan tekad mengajak si kecil berangkat shalat idul fitri. Pasca diijinkan-dianjurkan Ayahnya untuk ikut shalat idul fitri saja, literatur pelajaran lama kembali saya baca. Diriwayatkan oleh Al-Bukhari (no. 324) dan Muslim (no. 890) dari Ummu Athiyah radhiallahu ‘anha; beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk keluar pada hari Idul Fitri dan Idul Adha, baik ‘awatiq(wanita yang baru baligh), wanita haid, maupun gadis yang dipingit. Adapun wanita haid, mereka memisahkan diri dari tempat pelaksanaan shalat dan mereka menyaksikan kebaikan serta dakwah kaum muslimin. Aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, salah seorang dari kami tidak memiliki jilbab.’ Beliau menanggapi, ‘Hendaklah saudarinya (maksudnya: sesama muslimah, pent.) meminjamkan jilbab kepadanya. Ketiga, saya punya kewajiban mendidik si kecil untuk mengantarkannya pada ketauhidan, belajar ibadah pada Tuhan. Dan dengan shalat idul fitri hari ini adalah salah satu sarana pembelajarannya. Terakhir, kepada segenap pihak yang kurang berkenan atas hal demikian, mohon maklum dan kemauan untuk saling menghargai ya. Note tambahannya : jangan ambil shaff di tengah2 jamaah, pilih di tempat paling strategis yang memudahkan keluar dari barisan jikalau situasi darurat dibutuhkan. Satu lagi, jangan sampai gaduh dan mengganggu kekhusyukan jamaah lain. * BASATA (Bayi Bawah Satu Tahun) Wallahu ‘alam bish shawab, Allah maha melihat. Insya Allah ada malaikat yang juga mencatat.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *