Sastra

Merdekakan Ketaatanmu
Merdekakan Ketaatanmu

Merdekakan Ketaatanmu

Logika adalah timbangan, penimbang atas nalar pemikiran, berpikir untuk satu pilihan, paripurna memilih dalam satu ketetapan, tetap merdeka dalam pikir dan tindakan. Taat adalah ketundukan, taat adalah mengikuti tanpa paksaan, taat adalah bergerak karena kesadaran, taat adalah tuntunan sebuah kepatuhan…

Menagih Janji Tuan Pimpinan
Menagih Janji Tuan Pimpinan

Menagih Janji Tuan Pimpinan

Wahai tuanku, Perhatikanlah aku selaku rakyatmu, Seorang hamba yang bergerak di bawah lindung sosok paduka, Sebatang jasad yang memelas pinta pada penguasanya, Aku meminta hati dan pikiranmu, Takzimku untuk berani mengeluh padamu, Ekonomi masih brutal menjadi musuhku. Wahai tuan, Jika…

Prosa Tulismu
Prosa Tulismu

Prosa Tulismu

Menulislah,Akan kubaca tulisanmu,Dan kupahami karakter dirimu,Saling kuat aku dan kamu dan dalam bahasa-bahasa prosa,Bukan hanya bahasa logika dan angka, Sempurna,Terejalah kita dalam arif kata bermakna,Terikat kuat dalam kesantunan alur berpikir yang senada,Diksi yang sama, retorika yang bernyawa,Kita akan menulis bersama…

Mengetuk Kaki Pintu Langit
Mengetuk Kaki Pintu Langit

Mengetuk Kaki Pintu Langit

    Langit tinggi di atas sana. Aku jauh di bawahnya, jangankan menggapainya, berlama-lama mendongak menatapnya saja aku tak kuasa. Lelah, itu gerutu dan pikirku. Perihalnya sepele, aku miliki batas kewajaran dan kemampuan tersendiri. Tapi di sana, di langit yang…

Midah si Gigi Emas, Perlawanan Stigma Haram dan Kegelapan
Midah si Gigi Emas, Perlawanan Stigma Haram dan Kegelapan

Midah si Gigi Emas, Perlawanan Stigma Haram dan Kegelapan

Kembali kepiawaian Pramoedya mengaduk emosi pembaca, dituliskan kisah mendasar pada kondisi keumuman masyarakat dan masalah sosial. Status sosial yang mengantarkan manusia pada derajat gengsi, adalah Haji Abdul sosok agamawan yang digambarkan sebagai orang berkecukupan yang ingin membuktikan pada kampung halaman…

Bersandar
Bersandar

Bersandar

Kita akan menguatkan sandaran, sayang. Sama-sama bersandar. Tapi bukan saling sandar, bukan aku bersandar padamu, pun juga bukan kamu padaku. Karena kita sama-sama rapuh sebagai ciptaan. Sandaran kita adalah yang kuat, yang kuasa menguatkan saat kita melemah. Yang kuat mendorong…

Untuk Yang Dicinta
Untuk Yang Dicinta

Untuk Yang Dicinta

Cinta selalu membahasakan yang dicinta, mengenang yang diketahuinya, mencari paham yang diluputinya, mengejar maaf atas salah yang dilakuinya. Cinta selalu menyampaikan pesan kebaikan sang dicinta, menjelaskan pihak lain agar juga ikut mencinta, biar serentak sama – sama bermuara dalam mahabbah…