Ajari Anak Kecewa

Anak kecewa bukan berarti Anda jadi orangtua yang mengecewakan. Arahkan anak agar belajar saat dikecewakan. Karena mengajari anak untuk menghadapi perasaan kecewa akan mampu menumbuhkan anak menjadi pribadi yang tumbuh menjadi pantang menyerah.

“Rasa kecewa atau frustasi itu justru diperlukan untuk anak bisa menjadi pribadi yang dewasa”, demikian kata Heinz Kohut seorang pakar Psikoanalisa. Sehingga orangtua perlu mengajari serta membimbing anak menghadapi fase ini. Bukan melindungi agar tidak kecewa atau menyengaja biar anak kecewa.

Setelah itu, latih anak untuk bangkit menghadapi kekecewaan agar nantinya
ketika orangtua tidak lagi mendampingi, anak sudah siap dan terbiasa menghadapi perasaan kecewa yang ia temui serta bisa bangkit untuk menata hidupnya menjadi lebih baik.

Harapannya, anak lebih piawai menghadapi realita dan berelasi dengan lingkungan sosialnya. Karena mereka yang selalu terlindungi oleh rasa kecewa akan hadir sebagai pribadi yang merasa dirinya adalah center of the universe, semua berpusat pada “saya”.

Cara melatih anak menghadapi rasa kecewa?
1. Validasi perasaan anak
Ketika anak merasa sedih atau kecewa akibat suatu hal, katakanlah bahwa hal itu memang mengecewakan dan menyedihkan, jangan disalahkan bila anak merasa demikian, atau ditolak/ dimarahi. Biarkan anak mengerti ada rasa kecewa/frustasi dalam hidupnya.

Misalnya, ketika keluarga tidak jadi ke pantai karena hujan yang turun terus-menerus, katakanlah bahwa hal itu memang mengecewakan.

2. Melatih anak bahwa hidup banyak alternatif
a. Tawarkan berbagai alternatif yang bisa dipilih anak untuk mengatasi rasa kecewanya

Misalnya, karena tidak jadi pergi ke pantai, tawarkan anak untuk melakukan kegiatan lain yang menyenangkan di rumah. Seperti : nonton bersama, bermain kemah-kemahan, dll.

b. Ajak anak untuk berpikir kreatif

Selain menawarkan berbagai alternatif yang bisa dipilih, ajak anak untuk mencari solusi bersama dan memikirkan berbagai alternatif yang bermanfaat bagi dirinya.

3. Berikan Peneguhan

Ketika anak sudah berhasil melewati perasaan kecewanya dan tenang, berilah peneguhan (reinforce) dengan kata-kata. Dengan begitu, kelak anak akan mampu mengatasi kekecewaannya dengan memilih alternatif lain yang ditemuinya dalam hidup.

Misalnya dengan mengatakan, “Wah, ternyata meskipun tidak jadi ke pantai, kita bisa bersenang-senang dengan melakukan kegiatan ini ya…

Semoga bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *