Baru Saja Kemarin

 

 

Rasanya baru saja kemarin aku tapaki jalan ini, baru saja kemarin.

Setiap ruas jalanannya, setiap pohon-pohonnya, asrama-asrama, perkantoran dan rumah dinasnya, baru saja kemarin.

Masih juga basah ingatan tentang beratnya meninggalkan kampung halaman, terpisah sebentar dengan mereka yang kita sayang, memendam dalam rasa rindu dan penantian.

Keseharian membersamai mereka, anak-anak, klien, dampingan penerima manfaat. Asyik dengan dunia terapi psikososial juga pendampingan. Lumayan mengalihkan perhatian apalagi kulinernya.

Tapi aku akhirnya paham, bahwa kenyamanan itu harus kita paksakan. Karena baru saja kemarin, perjalanan itu saya mulai – nyatanya sudah setahun terselesaikan. Terimakasih suami dan anakku yang tegar menguatkan dan membersamai. Baru saja kemarin.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *