Memilih Kesibukan

Doc : Erna Dwi Susanti

Namanya juga manusia bukan robot, jadi wajar kalau keluh kesah itu senantiasa menyerta. Mengeluh capek, mengeluh kurang waktu, mengeluh kurang istirahat, mengeluh terlalu banyak tuntutan dan usaha-usaha yang dilakukan seolah masih terasa jauh dari maksimal. Bahkan dirasa, masih berkutat pada putaran skala itu-itu saja. Gak ada bedanya.

Itu wajar, itu manusiawi. Di mana saja namanya kondisi jenuh, burn out akan dirasakan oleh mereka yang memiliki aktivitas. Akan dicecap oleh mereka yang dikenakan hukum rutinitas. Semua akan merasakan kondisi yang sama.

Sikap!. Itulah point penting dan yang menjadi pembeda manusia satu dengan yang lainnya. Penjelas mana yang produktif dan mana yang tidak. Ibaratnya aksi reaksi, lelah adalah reaksi bawaan yang muncul dari sebuah aksi bernama tindakan. Demikian juga tentang kesibukan. Orang yang terhimpit oleh waktu, merasa selalu kurang waktu untuk menuntaskan kerjaan dan amanah tanggung jawab maka saat itulah motivasi kuat yang pernah terhujam lekat pada pribadi itu kembali dimunculkan.

Remember, that :

Hati, jasad dan pikiran akan senantiasa terpaut pada kesibukan. Bedanya adalah jenis kesibukan apa yang dominan menyertaimu. Selamat menjalani kesibukan

Tapi kawan, jika mengeluh terus menerus tiada memberi manfaat pada aktivitasmu, justru lebih memberatkan kinerja. Mending lupakan saja deh keluhannya, enjoy your activity, karena aktivitas yang hari ini kita hadapi adalah akumulasi seluruh pinta yang kita panjat dalam doa-doa sebelumnya. Jalani – maksimalkan hasil – nikmati dan tunggu barokahnya. Selamat beraktivitas, semangat berutinitas dan terus belajar ikhlas ya kawan. [ Repost – Oktober 2015 ]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *