Terusir : Aceh dan Penegakan Disiplin yang TOP

Jangan tanya di mana foto ini diambil. Saya ceritakan saja ya, harap simak baik-baik.

Foto di atas terdiri dari pekerja sosial, psikolog dan para calon psikolog. Setting waktunya jam buka puasa, jelang waktu tarawih. Berlokasi di salah satu tempat parkir di Aceh, beberapa hari yang lalu. Anti mainstream banget kan ya, nyari spot foto sampe ke tempat parkir. 😅. Bukan, bukan tersebab itu. Foto itu diambil setelah kami digiring keluar (red : diperintah paksa) meninggalkan tempat makan yang kami pesan. Duh, maluuu – 🙈. Seumur-umur baru kali ini saya diusir seperti episode ini.

Kronologisnya – kami bersembilan, menyengaja untuk buka puasa bersama. Memesanlah satu tempat strategis di salah satu warung makan sunda. Adzan maghrib berkumandang, kami pun menyegerakan berbuka. Setelah mengganjal perut, terbagilah kami bersembilan dalam 3 kloter shalat maghrib. Tersebab mushalla nya kecil dan antriannya panjang. Sejauh itu masih fine. Kloter pertama shalat, maka kloter 2 dan 3 makan. Demikian seterusnya. Hingga selesai shalat maghrib semua, barulah kami ada kesempatan untuk berbincang-bincang. Karena ini menjadi kesempatan langka bagi kami untuk berjumpa.

Tiba waktu isya’, terdengar lantunan adzan. Seorang waiters menghampiri kami, “Maaf kak, mohon segera meninggalkan tempat. Kami sudah kena tegur”. Dan ternyata benaar. Lima orang berseragam hitam rapih sudah stand by di depan warung makan. Kami pun beranjak pulang. Berjalanlah kami bersembilan pelan-pelan. Tapi ternyata tiga dari lima orang tersebut mengawal kami, menggiring sampai ke parkiran.

Duh, untung gak banyak orang. Jadi malunya gak kebangetan. 😂. Itulah, pengalaman spesial yang saya rasakan secara langsung. Bahwasanya benar, penegakkan disiplin dan sanksi pelanggaran di Aceh tidak main-main. Bukan hanya kewajiban berkerudung bagi perempuan muslim saja, seperti razia warung makanan di bulan ramadhan, razia pertokoan di waktu shalat jumat itu juga benar adanya. Dan hal seperti ini membuat saya takjub, mengapresiasi dan menghargai. Aceh memang luar biasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *