Gramedia Aceh

Sudah sepatutnya saya bersyukur, Gramedia sudah masuk ke Aceh di akhir tahun 2017 lalu. Itu artinya saya punya destinasi melepas rindu dan jenuh. Meskipun terhitung baru, ketersediaan produknya tidak kalah lengkap dengan kota besar. Memudahkan? Tentu saja iya, kalau mau hunting buku terbaru ataupun best seller tidak harus jauh-jauh dan nunggu waktu lama. Untuk tata letak buku sudah lumayan, sesuai dengan standarisasi ke-gramedisasian seluruh Indonesia. Cashier dan costumer servicenya juga friendly semua. Komitmen mutu dan pelayanan publiknya okelah. Terlebih Gramedia di Aceh ini berdiri di bangunan utama, maksudnya tidak menginduk di bangunan lain – menjadikan window shoping kita lebih menyenangkan.

Hanya saja, berita kurang baiknya ada 2. Pertama, harga buku di Aceh dibandrol berbeda dengan penjualan di Pulau Jawa, selisih 5k sampai 10k lah. Yaa iyalah yaa itu pasti – bukunya mesti dinaikkin pesawat dulu 😅. (Daripada beli di Jawa kena ongkir 40-60ribu perkilo mending ke gramed langsung lah yaak. Berita kurang menyenangkan kedua, member point saya tahun lalu hangus saudara-saudara 😑. Beberapa kali transaksi pembelian, saya tidak pernah check poin, berhubung CS kosong customer saya check lah dan ternyata point sekarang sudah berganti ke nominal rupiah – dan rupiah akumulasi saya tinggal beberapa saja.

 

 

Sarana prasarana bagian pintu masuk, support untuk penyandang disabilitas, hanya saja untuk akses ke stand buku-buku di lantai 2 harus melalui eskalator. Review selengkapnya menyusul yaa.

 

Salam dari ujung barat Indonesia, Banda Aceh.

 

Bunda Yahya, 6 Mei 2018

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *