Untuk Yang Dicinta

Cinta selalu membahasakan yang dicinta, mengenang yang diketahuinya, mencari paham yang diluputinya, mengejar maaf atas salah yang dilakuinya.

Cinta selalu menyampaikan pesan kebaikan sang dicinta, menjelaskan pihak lain agar juga ikut mencinta, biar serentak sama – sama bermuara dalam mahabbah rasa, cinta.

Cinta menjunjung tinggi makna keteladanan, mengikuti nuansa kekaguman, mendeskripsikan kesantunan dalam ketaatan, menuliskan bait – bait selera sastra pada sosok yang dicinta.

Sang pecinta mungkin buta, karena hanya menganggap benar doktrin dari kekasihnya.
Namun hati dan komitmennya masih bernyawa,
iya paham yang dikaguminya adalah sang manusia sempurna, yang diikutinya adalah akhlak-akhlak al qur’an.

Yaa Rasulullah – yaa habiballah – terimalah kami sebagai ummatmu. [Erna]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *