ADAPTASI

Foto: Google

Menyesuaikan diri dengan lingkungan, keadaan, status, serta orang-orang yang bersamanya kita tinggal. Adaptasi mengenalkan kita bagaimana rangkaian proses belajar berkepanjangan itu harus diupayakan, menyampaikan kita pada satu kondisi yang menuntut sebuah sikap dan kedewasaan ekstra. Mengupgrade kapasitas, bahkan memaksa diri untuk berani dewasa lebih dini. Adakah batas akhir untuk proses adaptasi? Tidak. Karena adaptasi adalah proses yang tak pernah mengenal kata akhir, selesai beradaptasi pada satu hal kita harus segera beradaptasi pada lain hal. Tahap demi tahap sudah siap dengan segala pernak-perniknya.

Warna adaptasi,

Penyikapan yang kita berikan atas sebuah adaptasi bukanlah sebuah sistematika yang monoton. Ia variatif, beragam dan unik. Tidak selalu adaptasi berisikan senyum dan langkah ringan, namun adaptasi juga butuh tekad, butuh kekuatan karena terkadang ia cukup berat.

Tapi tenang, proses belajar dalam adaptasi ini tidak seorang diri. Kita punya pendamping, kita punya teman, punya orang yang bisa kita sebut sebagai kawan. Ia lah yang akan menguatkan saat lemah, ia yang akan mengingatkan saat terlupa, yang akan mengajarkan saat tidak bisa, yang akan menuntun saat kita canggung, yang akan mendoakan kita dalam panjatan pinta sepertiga malam.

Semoga kita semua diberikan kekuatan, kesabaran, kelapangan, keikhlasan dan kebersamaan dalam proses ini. Selamat beradaptasi kawan-kawan 🙂 #AhsanulAmala

=============
Madiun, 2 Juni 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *